
KOLABORASI BSIP JATIM DAN BSIP PKH, SOSIALISASIKAN SNI PAKAN AYAM RAS PEDAGING DI NGAWI
Ngawi, 10 Desember 2024 - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas sektor peternakan unggas, BSIP Jawa Timur bersama drngan BSIP Ruminansia Besar dan Tim BSIP PKH menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penerapan Standar Pertanian. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi. Adapun tema utama yang diusung adalah penerapan SNI 8173:2023 tentang Pakan Ayam Ras Pedaging (Broiler), yang meliputi tiga fase penting yaitu masa pra awal (pre-starter), masa awal (starter), dan masa akhir (finisher).
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, S.Sos, M.M, dalam sambutannya memaparkan besarnya potensi yang dimiliki Kabupaten Ngawi khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Memiliki 19 kecamatan, Kabupaten Ngawi dikenal sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur dan memiliki sektor peternakan yang signifikan. Populasi ayam broiler mencapai 1,2 juta ekor, disusul oleh ayam KUB, mentok, dan bebek. Selain unggas, sektor peternakan sapi juga menjadi andalan, dengan 72 ribu sapi potong dan 116 sapi perah yang berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional. Beliau menekankan bahwa penerapan standar pakan untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus mendorong kesejahteraan peternak merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BSIP Jawa Timur, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si, mengapresiasi semangat petani milenial di Ngawi dalam memajukan sektor pertanian dan peternakan. "Penerapan standar pakan ternak yang berkualitas adalah langkah strategis untuk mendukung program nasional seperti kedaulatan pangan dan penyediaan bahan pangan bergizi. BSIP berkomitmen untuk mendampingi petani dan peternak dalam penerapan standar instrumen pertanian, dengan tujuan akhirnya adapah kesejahteraan petani dan peternak,” ungkap beliau.
Sementara itu Perwakilan BSIP PKH, Hasanatun Hasinah, S.Pt, M.Si, menjelaskan bahwa masih banyak peternak yang belum memahami pentingnya penerapan standar seperti SNI 8173:2023. "Standar bertujuan untuk menjamin mutu pakan, meningkatkan kualitas genetik ternak, dan mendorong produksi yang efisien. Standar ini memberikan manfaat besar, termasuk perlindungan terhadap produsen, konsumen, dan lingkungan," jelasnya.
Memasuki sesi materi, paparan teknis mengenai SNI Pakan Konsentrat Ayam Broiler disampaikan oleh Eni Hastuti Wahyuningsih, S.Pt, yang menjelaskan proses pembuatan pakan, pengujian kualitas, dan prosedur pendaftaran pakan sebelum diedarkan. Ia menekankan pentingnya Persyaratan Teknis Minimal (PTM) dan Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) dalam memastikan kualitas pakan yang memenuhi standar nasional.
Acara ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis kepada peternak, namun juga menjadi upaya strategis dalam membangun ekosistem peternakan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi. Penerapan standardisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil ternak, serta mendukung visi Kementerian Pertanian dalam menciptakan ekosistem pertanian dan peternakan yang modern, efisien, dan kompetitif.